Palangka Raya, Kemenag -- Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Palangka Raya, Murjani, bersama Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) Muhammad Anshar, jajaran Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Khalid Fitri (Humas) dan Aris Sutikno (Kesiswaan), serta guru Masniyati mengikuti Rapat Persiapan Pemantapan Rangkaian Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya, Rabu (14/10/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Palangka Raya, Muhidin Arifin, didampingi Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, serta Plt. Kasi Pontren, Windarti. Pertemuan ini turut dihadiri oleh para ustaz dan ustazah pengasuh Pondok Pesantren se-Kota Palangka Raya.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas rangkaian agenda Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang puncaknya dilaksanakan 22 Oktober 2026. Agenda utamanya pembahasan kegiatan Istighasah yang diisi dengan salat taubat, salat hajat, serta lantunan istigfar secara bersama-sama.
Kegiatan Istighasah ini digelar sebagai pengganti upacara bendera yang biasanya dilaksanakan setiap tahun dalam rangka Hari Santri. Kebijakan ini diambil mengingat kondisi Kota Palangka Raya yang saat ini masih diselimuti musibah kabut asap. Oleh karena itu, kegiatan dialihkan ke dalam ruangan (indoor) sekaligus menjadi sarana munajat bersama agar musibah kabut asap segera berakhir.
Rangkaian Istighasah mendatang bakal diikuti oleh para santri perwakilan dari 18 pondok pesantren se-Kota Palangka Raya serta pelajar dari MAN Kota Palangka Raya serta MA se-Kota. Selain itu, kegiatan spiritual ini rencananya dihadiri langsung oleh Walikota Palangka Raya, Fairid Nafarin.
Kepala MAN Kota Palangka Raya, Murjani, menegaskan komitmen serta kesiapan jajarannya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
"MAN Kota Palangka Raya siap mendukung penuh, mengikuti dan mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan Istighasah Hari Santri Nasional 2026 ini," tegas Murjani usai mengikuti rapat.
Melalui pengalihan kegiatan ke dalam bentuk Istighasah ini, diharapkan ikhtiar batin berupa salat taubat, salat hajat dan lantunan doa bersama yang dipanjatkan oleh ribuan santri, pelajar madrasah, serta para ulama dapat menjadi jalan kemudahan. Selain memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan khidmat, momentum ini sekaligus menjadi wujud kepedulian spiritual agar musibah kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya dapat segera diangkat dan diakhiri oleh Allah Subhanahu wa ta`alaa.